Sabtu, 16 November 2013

Marching Band



1.     Pengertian Marching Band
Marching Band adalah istilah dalam bahasa Inggris yang mengacu kepada sekelompok barisan orang yang memainkan satu atau beberapa lagu dengan menggunakan sejumlah kombinasi alat musik ( tiup, perkusi, dan sejumlah instrumen pit seperti Alat Band & Alat Drum ) secara bersama-sama. Penampilan Marching Band merupakan kombinasi dari permainan musik (tiup, Alat Band, Alat Drum dan perkusi) serta aksi baris-berbaris dari pemainnya. Umumnya penampilan marching band dipimpin oleh satu atau dua orang komandan lapangan dan dilakukan baik di lapangan terbuka maupun lapangan tertutup dalam barisan yang membentuk formasi dengan pola yang senantiasa berubah-ubah sesuai dengan alur koreografi atas lagu yang dimainkan, dan diiringi pula dengan aksi tari yang dilakukan oleh sejumlah pemain bendera.                  Marching band umumnya dikategorikan menurut fungsi, jumlah anggota, komposisi dan jenis peralatan yang digunakan, serta gaya/corak penampilannya. Pada awalnya marching band dikenal sebagai nama lain dari Drum Band. Penampilan marching band dan Alat Drum Bandnya pada mulanya adalah sebagai pengiring parade atas perayaan ataupun festival yang dilakukan di lapangan terbuka dalam bentuk barisan dengan pola yang tetap dan kaku, serta memainkan lagu-lagu mars. Dinamika keseimbangan penampilan diperoleh melalui atraksi individual yang dilakukan oleh mayoret, ataupun beberapa personil pemain instrumen atau Alat Drum Band. Namun saat ini permainan musik Drum Band atau Marching Band dapat dilakukan baik di lapangan terbuka ataupun tertutup sebagai sebagai pengisi acara dalam suatu perayaan, ataupun kejuaraan.                                                                                                         Komposisi musik dari Alat Marching Band yang dimainkan Marching Band umumnya bersifat lebih harmonis dan tidak semata-mata memainkan lagu

dalam bentuk mars, ragam peralatan yang digunakan lebih kompleks, formasi barisan yang lebih dinamis, dan corak penampilannya membuat Marching Band merupakan kategori yang terpisah dan berbeda dengan drum band yang umumnya memiliki komposisi penggunaan instrumen perkusi atau Alat Marching Band yang lebih banyak dari instrumen musik tiup untuk Alat Marching. Tipikal bentuk dan penampilan drum band yang paling dikenal adalah drum band yang dimiliki oleh institusi kemiliteran ataupun kepolisian. Adaptasi lebih lanjut dari penampilan marching band di atas panggung adalah dalam bentuk brass band.
2.     Sejarah Marching Band
Marching Band bermula dari tradisi purba sebagai kegiatan yang dilakukan oleh beberapa musisi yang bermain musik secara bersama – sama dan dilakukan sambil berjalan untuk mengiringi suatu perayaan ataupun festival. Seiring dengan perjalanan waktu, marching band ber-evolusi menjadi lebih terstruktur dalam kemiliteran di masa – masa awal era Negara kota. Bentuk inilah yang menjadi dasar awal band militer yang kemudian menjadi awal munculnya marching band saat ini.                                                                           Meskipun pola marching band telah berkembang jauh, masih terdapat cukup banyak tradisi militer yang bertahan dalam budaya marching band, tradisi militer tersebut tampak pada atribut – atribut seragam yang digunakan, tata cara berjalan, model pemberian instruksi dalam latihan umumnya masih masih merupakan adaptasi dari tradisi militer yang telah disesuaikan sedemikian rupa.                                                                                                   Di Indonesia, budaya Marching Band merupakan pengembangan lebih lanjut atas budaya drum band yang sebelumnya berada dibawah naungan organisasi PDBI ( singkatan dari “Persatuan Drum Band Seluruh Indonesia”) yang dibina oleh Menpora ( singkatan dari “menteri pemuda dan olahraga”). Marching  Band lahir  sebagai  kegiatan  yang memfokuskan  penampilan  pada
permainan musik dan visual secara berimbang, berbeda dengan drum band yang lebih memfokuskan sebagai kegiatan olahraga. Dalam perkembangannya, marching band di Indonesia banyak mengadaptasikan variasi teknik – teknik permainan yang digunakan oleh grup – grup drum corps di Amerika, khususnya pada instrumen perkusi. Hal ini membuat corak permainan dalam penampilan marching band menjadi lebih mudah dibedakan dari corak penampilan drum band.
3.     INSTRUMEN
          Instrumen yang digunakan dalam penampilan Marching Band umunya dapat dikelompokan pada beberapa kategori menurut jenis dan cara memainkannya. Pengelompokan ini secara tidak langsung pula mempengaruhi struktur organisasional kepelatihan yang umumnya dispesifikasi menurut kategori – kategori tersebut, masing masing kategori memiliki pelatih tersendiri. Selain kepelatihan, pengelompokan ini umunya berpengaruh pula pada perilaku sosial para pemain yang terlibat dengan menciptakan kelas – kelas non-formal yang membentuk kebanggaan kelompok.
3.1   Instrumen musik tiup
Pada mulanya ragam instrumen musik tiup yang digunakan dalam marching band identik dengan yang digunakan drum band. Namun pada perkembangannya, beberapa jenis instrumen musik tiup seperti : cornet, clarinet, flugelhorn, saksofon  ( termasuk di dalamnya sofrano, alto, dan tenor ), trombone, sousaphone, dan flute yang jamak digunakan drum band sudah ditinggalkan. Umumnya instrumen musik tiup yang digunakan dalam permainan marching band menggunakan nada dasar B atau F. Jenis – jenis instrumen musik tiup yang digunakan marching band umunya adalah :

·        Terompet
·        French Horn
·        Mellophone
·        Tenor Horn
·        Baritone, Euphonium
·        Contra Bass / Tuba
3.2   Instrumen musik perkusi
Instrumen musik perkusi dalam kelompok ini merupakan jenis instrumen  bergerak yang dibawa oleh pemain dan dimainkan dalam barisan seperti halnya instrumen musik tiup. Seksi yang memainkannya instrumen musik perkusi sambil berjalan disebut juga sebagai drumline atau battery. Ragam instrumen musik perkusi yang digunakan marching band umumnya lebih sedikit dari yang digunakan pada permainan band. Instrumen – instrumen tersebut adalah :
·        Snare Drum
·        Drum Tenor / Quint
·        Drum Bass ( pada umunya menggunakan 4 sampai 6 jenis drum bass yang berbeda )
·        Simbal
3.3          Instrumen pit ( statis )
Instrumen pit pada dasarnya merupakan instrumen musik perkusi yang bernada. Pada penampilan Marching Band umumnya jenis instrumen ini bersifat statis, pemainnya tidak ikut dalam barisan seperti kelompok instrumen lainnya melainkan memainkannya di bagian depan lapangan yang digunakan dalam penampilan. Ragam jenis instrumen yang digunakan Marching Band umumnya lebih bervariatif dibandingkan drum band. Beberapa grup Marching Band
bahkan terkadang merakit sendiri instrumen pit untuk menghasilkan suara – suara unik dalam musik yang dimainkan. Jenis – jenis instrumen pit yang umunya digunakan pada penampilan marching band antara lain :
·        Xylophone
·        Vibraphone
·        Marimba
·        Bass Simbal Drum
·        Gong Cina
·        Timpani
·        Konser
·        Tubular Bell
3.4          Instrumen Bendera
Instrumen bendera tidak digunakan untuk bermain musik, melainkan dimanfaatkan oleh pemainnya sebagai alat bantu aksi tari untuk menghasilkan efek – efek visual tertentu yang mendukung penampilan. Pada prakteknya, pemain instrumen ini tidak selalu menggunakan bendera sebagai aksesoris, namun bisa menggunakan peralatan – peralatan lain seperti senapan kayu, selendang, panji – panji, atau bahkan sapu tergantung pada koreografinya untuk mendukung penampilan secara keseluruhan. Namun biasanya instrumen dasar yang digunakan adalah :
·       Bendera
·       Senapan Kayu



4.     Aspek – aspek Penampilan
Aspek – aspek yang terkait dalam penampilan Marching Band pada dasarnya dikelompokan dalam dua kategori utama, yaitu aspek musical dan aspek visual. Pengelompokan ini berpengaruh pula pada metode pelatihan pada proses penyiapan sehingga sebuah grup Marching Band siap tampil. Umumnya latihan atas masing – masing aspek tersebut dilakukan secara terpisah terlebih dulu sebelum digabungkan sebagai satu penampilan utuh.
4.1   Aspek Musikal
Lagu – lagu yang dibawakan dalam satu penampilan marching band umumnya membawa satu genre dalam satu tema yang sama atau merupakan kombinasi atas beberapa genre dalam satu tema yang sama, namun demikian genre yang dibawa dalam satu penampilan tiap – tiap marching band bias berbeda – beda.                                                                                                 Secara struktual, umumnya karakteristik lagu – lagu yang dibawakan tiap – tiap marching band memiliki tipikal elemen yang sama. Bagian “ pembuka ” yang ditujukan untuk meraih atensi penonton, “ solo perkusi ” atau disebut dengan feature, “ balada ” yabg menampilkan solo musik tiup bersama dengan solo perkusi, dan “ penutup ” sebagai pucak dari penampilan. Di masing – masing elemen tersebut sering pula diwarnai dengan variasi teknik permainan, termasuk permainan tempo, birama, yang ditujukan untuk mendapatkan satu dinamika permainan yang lebih seimbang, serta sebagai wahana menunjukan kapabilitas group yang bersangkutan.
4.2   Aspek Visual
Koreografi merupakan inti utama dari aspek viual dalam penampilan Marching Band. Di dalamnya  melingkupi  alur pola  atas  formasi baris berbaris
  

yang digunakan, aksi – aksi tari yang dibawakan oleh para pemain bendera, gerakan – gerakan untuk menampilkan satu efek visual tertentu yang dilakukan oleh satu, sekelompok, atau seluruh pemain yang terlibat dalam formasi barisan. Seringkali penampilan Marching Band menggunakan aksesoris – aksesoris tambahan yang dimainkan oleh beberapa orang pemain untuk mendukung mendapatkan efek visual tertentu secara keseluruhan.
5.  Perangkat Lunak
Bentuk penampilan Marching Band yang dinamis umumnya membuat kompleksitas aransemen lagu dan perancangan formasi berisan menjadi lebih tinggi. Para pelatih Marching Band instrumen musik umumnya memanfaatkan perangkat lunak sebagai alat bantu untuk memecahkan tingkat kompleksitas tersebut dalam proses aransemen lagu, melakukan ekstraksi atas partitur ke dalam tiap – tiap kelompok instrumen musik ( termasuk instrumen musik tiup, perkusi, dan pit ). Demikian pula halnya dengan pelatih visual, perangkat lunak digunakan untuk mempermudah perancangan formasi barisan, simulasi, dan analisis atas kemungkinan terjadinya tabrakan antar pemain, dan visualisasi permainan tiap lagu dalam satu penampilan.                                                               Beberapa perangkat lunak yang tersedia saat ini bahkan mampu menggabungkan disain formasi barisan dan arasemen musik sehingga menjadi suatu bentuk model pertunjukan yang digunakan untuk memberikan gambaran atas simulasi pertunjukan kepada seluruh pemain yang terlibat dengan tujuan untuk mempemudah pemain dalam memahami alur pertunjukan kepada seluruh pemain yang terlibat dengan tujuan untuk mempermudah pemain dalam memahami alur pertunjukan dan aliran pergerakan formasi barisan.

6.     Kompetisi
Kompetisi umumnya menjadi perangsang atas kemajuan Marching Band Indonesia. Dengan adanya kompetisi ini, masing – masing marching band umumnya berupa untuk mengembangkan, atau mengadaptasi teknik – teknik permainan tertentu untuk menunjukan kapabilitas grup Marching Band tersebut, atau menciptakan satu keunikan yang berbeda sehingga menjadi cirri khas penampilan suatu grup marcShing band. Skala kompetisi ini bisa mencakup tingkat daerah, provinsi, ataupun nasional. Di Indonesia terdapat cukup banyak ajang kejuaraan tingkata nasional yang diselenggarakan, namun yang umumnya frekuentif diselenggarakan secara konsisten adalah GPMB ( Grand Prix Marching Band ).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar